MEMBONGKAR BUDAYA KUFUR VALENTINE DAYS



Oleh : Edi Surya Nurrohim (Mahasiswa Teknik Informatika UNCP, Ketua LDK LK-Sistra UNCP)

Siapa muda-mudi yang jaman sekarang tidak mengenal tanggal 14 februari, bagi mereka orang-orang jaman dulu tanggal 14 februari hanyalah sekian dari banyaknya hari dan bulan yang berulang terus-menerus artinya hanyalah hari yang biasa. Siapa yang menyangka bahwa tanggal 14 februari bagi muda-mudi saat ini sudah menjadi suatu hari yang spesial bagi yang jomblo maupun yang sudah punya pasangan.bagi yang jomblo dianggapnya hari untuk mencari pasangan yang baik, namun bagi yang sudah punya pasangan atau pacar dianggapnya sebagai hari pelampiasan kasih sayang atau cinta. Banyak muda–mudi menganggap bahwa tanggal 14 februari suatu hari yang spesial bagi mereka para muda-mudi yang haus akan rasa kasih sayang atau cinta. Usut punya usut ternyata 14 februari sekarang telah menjamur bukan hanya dari negeri asalnya yaitu dari negeri Yunani-Romawi, namun faktanya sekarang hampir di semua belahan dunia setiap tanggal 14 februari pasti akan merayakannya karena bagi mereka hari itu adalah hari kasih sayang dan cinta. Nah, dari sinilah dikenal tanggal 14 februari sebagai hari Valentine Days. Akhirnya para muda-mudi setiap tanggal 14 februari diarahkan untuk merayakannya. Wabah Valentine Days telah merambah ke pemuda-pemudi di negeri Indonesia. Banyak mereka yang masih kurang iman akhirnya melakukan bahkan ikut-ikutan dalam trend yang terjadi pada Valentine Days tanpa tahu asal-usulnya terlebih dahulu.

Fakta yang terjadi dalam Valentine Days sebenarnya tidak sesuai dengan apa yang di gembor-gemborkan para aktivis pelaku hari spesial ini. Valentine Days ternyata menyimpan segudang masalah yang serius. Maksudnya serius disini adalah tidak seperti apa yang di bayangkan oleh mereka para muda-mudi yang masih labil. Melihat fakta di lapangan ternyata Valentine Days bukanlah menjadi hari kasih sayang, namun justru hari ini adalah hari maksiat sedunia yang terjadi pada hari itu. Pasalnya di saat hari Valentine Days berlangsung para muda-mudi yang bukan mahrom berkumpul berpasang-pasangan dan melakukan aktivitas yang sebenarnya dalam agama Islam itu di larang. Bahkan ada yang sampai, minum-minuman keras dan yang lebih ekstrim lagi adalah ada yang sampai melepas harga dirinya sebagai seorang wanita hanya demi lelaki yang katanya dia cintai. Akhirnya bukan cinta yang mulia yang didapatkan, justru deritalah yang bersarang. Yang lebih mengerikan lagi adalah ketika harga diri kita hanya di hargai dengan sebatang cokelat atau terlebih kepada si wanita hingga rela melepas kehormatannya. Bila hal ini sudah terjadi lalu bagaimana dengan kondisi si wanita tadi yang sudah di rampas kehormatannya oleh lelaki hidung belang tadi ! Tentu kita tidak ingin anak, adik, bahkan saudara kita sampai mengalami hal seperti ini. Maka bila kita menelisik lebih dalam tentang hari kasih sayang yang sering di lakukan pada tanggal 14 februari, seharusnya kita lebih awal mengetahui dari mana asal-usul hari Valentine Days ini dan mengapa ada hari Valentine Days ?

ASAL-USUL HARI VALENTINE DAYS
Peradaban Barat yang kita ketahui sekarang sebenarnya adalah dasar dari bangsa Romawi masa lalu, mereka hidup dengan suatu adat, yaitu dengan menjadikan kepuasan fisik sebagai tujuan hidup mereka. Maka kita mengenal sekarang dengan istilah 3F (Fun, Food, Fashion). Dalam mitologi Yunani kita kenal dengan banyak nama dewa-dewa dan dewi-dewi dan dalam sejarahnya bangsa Yunani di kenal dengan berbagai dewa dan dewi yang melakukan hubungan perselingkuhan. Dari hasil peninggalan kuil-kuil di Yunani juga banyak terdapat eksploitasi terhadap bentuk tubuh wanita, seperti terdapat dalam bentuk patung yang telanjang bulat maupun lukisan yang sampai sekarang masih bisa kita jumpai di Romawi. Sebenarnya jauh sebelum dunia mengenal hari kasih sayang, orang Romawi telah memiliki sebuah perayaan khusus bernama “Festival Lupercalia”, yaitu rangkaian acara yang dipersembahkan kepada dewa kesehatan dan kesuburan bernama Lupercus juga kepada dewi Juno Februa sebagai dewi Pernikahan dan kesuburan yang di gelar pada tiap tanggal 13-15 Februari. Dalam dunia dewa dan dewi Yunani banyak sekali di temui kisah yang tidak layak untuk di ketahui seperti kasus perselingkuhan dan persetubuhan antara anak dan ibu karena melihat fisik yang tampan dan lainnya. Jadi jaman dahulu para dewa di kisahkan melakukan sebuah perayaan dengan dimulai menaruh kertas-kertas pada sebuah tempat dan kemudian para lelaki maju dan mengambil kertas tersebut. Maka setelah setiap laki-laki tadi telah mengambil bagian kertasnya maka dengan itu ia bebas melakukan hubungan seks bersama pasangan yang tertera namanya di kertas sebelumnya. Selepas dari perlakuan kepercayaan kaum Yunani di Romawi tentang dewa dan dewi mereka. Maka pada tahun 494 M di saat kaum Kristiani berkuasa yang di pimpin oleh Paus Gelasius I mengakulturasi Festival Lupercia menjadi sebuah “Festival Penyucian Bunda Maria” yang esensi dari perayaan ini masih tetap sama seperti sebelumnya, yaitu mengedepankan nafsu sebagai tujuan akhirnya.
Gereja dalam kiprahnya juga pernah menjadikan 14 februari dengan memasukkan tokoh Saint Valentine yang dikisahkan sebagai pejuang cinta pada tanggal 14 februari. Bahkan sampai kematiannya pun di peringati sebagai hari perjuangan cinta, Valentine Day. Namun pada kenyataannya kebenarannya tidak bisa diverifikasi dan esensi dari perayaan tetap sama, hingga pada tahun 1969 Valentine Day dihapuskan dari kalender gereja oleh Paus Paul VI. Negara besar seperti Inggris setiap tanggal 14 februari memperingatinya dengan nama “National Impotence Day” sedangkan Amerika Serikat dengan nama “The National Condom Week” artinya bahwa negara besar seperti Inggris dan Amerika Serikat dan negara Barat mengobral warganya untuk melakukan seks bebas di hari Valentine Days. Koran pikiran rakyat pada tahun 2005 mengadakan sebuah angket. Dari 413 responden yang menjawab angket yang secara sah, 26,4% di antaranya mengaku lebih suka merayakan Valentine bersama gebetan atau kekasih dengan jalan-jalan, makan-makan, lalu berciuman (melakukan seks).

KAPITALIS UNTUNG MUDA-MUDI BUNTUNG
Pada saat yang sama setiap hari Valentine Day terjadi peningkatan pembelian kondom sebesar 40-80% bahkan di beberapa tempat yang menyediakan cokelat dan di bandrol dengan sebungkus kondom bisa habis tak tersisa. Ini membuktikan tidak ada hari kasih sayang dalam Valentine bila hanya memenuhi kepentingan nafsu yang di landasi atas nama cinta ke pada yang belum halal. Mahkamah Agung Indonesia merilis sepanjang tahun 2005-2010 angka perceraian meningkat 70% dan kejahatan terhadap perempuan semakin meroket. Hal ini sekali lagi membuktikan pada kita sebenarnya para kapital lah yang untung dalam Valentine Day, sebab mereka menjual laris barang-barangnya dan di lain sisi mereka merusak pemikiran-pemikiran kaum muda melalui hal-hal yang bertentangan dengan syari’at atas nama cinta yang belum halal.

ISLAM MEMANDANG VALENTINE DAYS
Allah SWT berfirman:
وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ؕ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى ؕ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
"Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)." Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 120)
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ فَمَنْ؟ “
Sungguh, kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta. Kalaupun mereka menempuh jalur lubang dhabb (binatang sejenis biawak), niscaya kalian akan menempuhnya.” Kami mengatakan, “Ya Rasulullah, apakah jalan orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. al-Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 4822 dari sahabat Abu Sa’id al- Khudri radhiyallahu ‘anhu).
Di dalam riwayat hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِي بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ. فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، كَفَارِسَ وَالرُّومِ؟ فَقَالَ: وَمَنِّ النَّاسُ إِلَّا أُولَئِكَ؟ “
Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga umatku mengambil langkah generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta.” Lalu dikatakan kepada beliau, “Ya Rasulullah, apakah bangsa Persi dan Romawi?” Beliau bersabda, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. al-Bukhari no. 6774).
Seperti yang telah di jelaskan oleh Allah dan Rasulnya melalui ayat dan hadits sebelumnya bahwa kita di larang untuk meniru-niru upacara maupun kegiatan yang masih mengandung unsur-unsur agama lain ataupun yang dapat menyebabkan kesyirikan terhadap Allah dan Rasulnya.
Bahkan melakukan Valentine Days termasuk dalam kategori “Hadharah”. Hadharah adalah sekumpulan pemahaman tentang segala sesuatu dalam kehidupan yang dibangun berdasarkan ideologi/pemikiran yang di anut oleh seseorang dan umat non-islam (kufur). Contohnya seperti akidah Sekularisme, Materialisme, Kapitalisme, Sosialisme, Nasionalisme dan lain-lain.
Jadi telah jelas sekali kita sebagai kaum Muslim dilarang untuk mengikuti pemikiran atau kegiatan upacara yang tidak di anjurkan oleh Agama Islam.

ISLAM MEMANDANG CINTA
Islam memandang tentang cinta yang ada pada setiap diri insan adalah sebuah fitrah naluri yang memang sudah di tanamkan pada setiap insan. Bahkan Allah dan Rasulnya menganjurkan kita untuk saling mencintai dan menyanyangi sesama kaum muslim, sebab kaum muslimin dimanapun mereka berada adalah tetap saudara kita seiman dan seakidah. Berbicara tentang naluri, Syeikh Taqiyuddin an-Nabhany menjelaskan ada 3 jenis naluri yang ada pada diri manusia :
1. Naluri Beragama (Gharizatul Taddayun)
2. Naluri Mempertahankan Diri (Gharizatul Baqa)
3. Naluri Melangsungkan Keturunan (Gharizatun Nau’)

Pada poin ke 3 inilah yang menjadikan dasar, sebenarnya manusia adalah fitrahnya saling mencintai. Terlepas siapa saja yang di cintai oleh orang tersebut, baik ayah, ibu, kakek, nenek, mertua, istri, dan anak ataupun yang lainnya. Naluri inilah yang membuat kita bergerak untuk berkasih sayang dan mencintai bahkan melakukan hubungan seksual. Namun perlu diingat, dalam memenuhi kebutuhan Gharizatun Nau’ haruslah berbeda antara manusia yang memiliki akal pikiran dengan hewan, sebab hewanpun memiliki naluri melangsungkan keturunan tadi. Maka dalam memenuhinya setiap insan manusia diharuskan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulnya, contoh ketika Allah dan rasulnya berkata janganlah mendekati zinah maka harus di tinggalkan, bila mendekati zina saja di larang apa lagi sampai melakukan zina seperti berikhtilat (bercampur baur tidak jelas), bonceng-boncengan motor bersama yang bukan mahrom atau belum halal, melakukan pacaran bahkan sampai melakukan hubungan seksual kepada lawan jenis yang tidak jelas dan perbuatan ini termasuk salah satu perbuatan yang dilaknat oleh Allah Swt dan Rasulnya. Islam sangatlah tegas dalam memandang segala sesuatu perbuatan dan tindakan, istilahnya tidak ada yang tidak ada hukumnya dalam Islam. Maka sudah kewajiban kita harus belajar bersungguh-sungguh dalam Ilmu Agama, bukankah Allah telah menyuruh kita untuk masuk Islam secara keseluruhan.

Kesimpulannya budaya Valentine Days adalah budaya kufur yang dimana kita sebagai seorang muslim dan muslimah haram mengambil budaya kufur tersebut apalagi sampai mengandung unsur agama lain. Tanda cinta itu tidak dibuktikan hanya dengan memberi sebatang Cokelat ataupun berupa ucapan-ucapan lebay tentang cinta, muslimah tidak boleh jadi manusia yang buta akan cinta, seperti ibarat bunga yang layu akibat dihisap oleh kumbang. Maka saatnya kita hijrah ke hal-hal yang lebih baik lagi lebih memperdalam ilmu agama, agar kita tidak salah dalam berbuat dan bertindak yang sesuai dengan syari’atnya. Jikalau engkau mencintai seorang bidadari dunia maka buktikanlah cintamu dengan datang ke depan Walinya untuk meminangnya dan meminta restunya bukan justru datang untuk mengajak pacaran dan bermaksiat dengannya. Bila cinta kepada seseorang maka mintalah kepada yang menciptakan manusia, alam semesta dan kehidupan ini, doakan dia di setiap doa dan sujudmu. Semoga saja doa kita dikabulkan dan di pertemukan bersama dalam jalinan ikatan suci rumah tangga sakinah mawaddah warahmah baik di dunia maupun di jannahnya. Amin.

Referensi:
Alqur’an Karim
Abdurrahman, Hafidz. 2016.Nizham Fi Al-Islam (Pokok-Pokok Peraturan Hidup Dalam Islam).Bogor; Al Azhar Freshzone Publishing.
An-Nabhani, Taqiyuddin. 2013. Peraturan Hidup dalam Islam. Penerjemah Abu Amin, dkk; Penyunting, Tim HTI-Press. Jakarta: Hizbut Tahrir Indonesia. Terjemahan dari; Judul Asli Nizham Al-Islam.
Tahrir, Hizbut. 2015. Pilar-pilar Pengokoh Nafsiyah Islamiyah. Cetakan ke-13. penerjemah; Yasin, editor; Tim HTI-Press. Jakarta Selatan: Hizbut Tahrir Indonesia. Terjemahan dari: Min Muqawimat Nafsiyah Islamiyah.
Y. Siauw. Felix. 2014.Udah Putusin Ajah. Jakarta Barat; Alfatih Press
Share on Google Plus

About admin

LDK LK SISTRA adalah sebuah Lembaga Dakwah Kampus yang berada di Kampus UNCP, Asas geraknya adalah Islam yang dijadikan sebagai sebuah Ideologi yang sesuai dengan Al-qur'an dan As-Sunnah.

0 komentar:

Post a Comment