Gelora perjuangan gerakan mahasiswa begitu manis dikisahkan dalam
setiap bab perubahan sosial dan politik di negeri ini. Mereka menjadi
garda terdepan dalam penumbangan rezim diktator dan otoriter. Tahun 98
pun menjadi momentum Akbar yang menegaskan harkat mahasiswa sebagai
agent of change.
Hal ini tentu
tidak bisa dilepaskan dari potensi besar yang dimiliki oleh segmen muda
intelek ini. Betapa tidak, daya kritis dan Intelektual yang menggerakkan
mereka untuk tetap sigap menjaga hak-hak masyarakat. Nilai-nilai
destruktif dan kezhaliman menjadi musuh untuk mereka enyahkan. Begitulah
mahasiswa, potensi dan romantisme nya sebagai kaum muda.
Namun
kini, idealisme dan sikap kritis itu memudar. Dunia pergerakan mahasiswa
telah larut dalam pusaran hedonisme dan individualisme. Para aktivis
mahasiswa pun lambat-laun menjadi hambar dan bosan dgn pergerakan yang
ada. Opportunistik aktivis pun menjangkiti. Kaderisasi yang stagnan
menambah matinya dunia pergerakan mahasiswa. Dan gerakan mahasiswa pun
menjadi semakin mati suri.
Maka, haruslah ada gebrakan yang
menghantam kekakuan dan mati surinya dunia pergerakan mahasiswa hari
ini. Harus ada arah yang jelas untuk menghidupkan kembali pergerakan
mahasiswa hari ini.
Sebuah gebrakan yang tidak hanya
membangkitkan semangat semata. Tapi jiwa serta pemikiran yang senantiasa
teriring dengan Islam sebagai Ideologi.

0 komentar:
Post a Comment